Knowledge & ImpactPENGETAHUAN & DAMPAK
← Kebijakan, Tata Kelola & Pembiayaan

KNOWLEDGE & IMPACT

Tata Kelola

Pedoman, safeguards, pengawasan, kelembagaan, dan aturan pelaksanaan.

AMengikat secara resmi
BSumber resmi berwenang
CStandar atau bukti ilmiah
DPengetahuan adat atau masyarakat sipil
EKontekstual atau media

HASIL

234 dokumen

Tingkat ABerlaku

Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 90 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Rendah Karbon Daerah yang Berketahanan Iklim

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta · Pergub DKI 90/2021

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2012 tentang RTRW 2030

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta · Perda DKI 1/2012

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Pemerintah Provinsi Jawa Barat · RPPLH Jawa Barat

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Daerah Khusus Provinsi Papua Nomor 22 Tahun 2008 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Masyarakat Hukum Adat Papua

Pemerintah Provinsi Papua · Perdasus Papua 22/2008

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Daerah Provinsi Papua Barat Nomor 10 Tahun 2019 tentang Pembangunan Berkelanjutan

Pemerintah Provinsi Papua Barat · Perdasus Papua Barat 10/2019

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Nomor 8 Tahun 2013 tentang Pengakuan dan Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah · Perda Sulteng 8/2013

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Nomor 5 Tahun 2015 tentang RTRW Provinsi Kalimantan Tengah

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah · Perda Kalteng 5/2015

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 6 Tahun 2008 tentang Tanah Ulayat dan Pemanfaatannya

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat · Perda Sumbar 6/2008

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Qanun Aceh Nomor 7 Tahun 2016 tentang Kehutanan Aceh

Pemerintah Aceh · Qanun Aceh 7/2016

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 7 Tahun 2019 tentang Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur · Perda Kaltim 7/2019

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Gubernur Bali Nomor 24 Tahun 2020 tentang Perlindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut

Pemerintah Provinsi Bali · Pergub Bali 24/2020

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Pemerintah Provinsi Bali · Pergub Bali 47/2019

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih

Pemerintah Provinsi Bali · Pergub Bali 45/2019

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai

Pemerintah Provinsi Bali · Pergub Bali 97/2018

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Perda Nomor 16 Tahun 2009 tentang RTRW Provinsi Bali

Pemerintah Provinsi Bali · Perda Bali 3/2020

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

State of the Global Climate 2024

World Meteorological Organization · WMO Climate 2024

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

World Ocean Assessment II

United Nations · WOA II

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Global Coral Reef Monitoring Network: Status of Coral Reefs of the World 2020

Global Coral Reef Monitoring Network · GCRMN 2020

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

IUCN Red List of Ecosystems: Guidelines for Application

International Union for Conservation of Nature · IUCN RLE Guidelines

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

IUCN Global Ecosystem Typology 2.0

International Union for Conservation of Nature · IUCN GET 2.0

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Into the Blue: Securing a Sustainable Future for Kelp Forests

United Nations Environment Programme · UNEP Kelp Forests

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

High-risk Forests, High-value Returns

United Nations Environment Programme · UNEP High-risk Forests

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Progress on Water-related Ecosystems 2024

United Nations Environment Programme · SDG 6.6.1 Report 2024

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Progress on Integrated Water Resources Management 2024

United Nations Environment Programme · SDG 6.5.1 Report 2024

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Progress on Ambient Water Quality 2024

United Nations Environment Programme · SDG 6.3.2 Report 2024

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Decades of Mangrove Forest Change: What Does It Mean for Nature, People and the Climate?

United Nations Environment Programme · UNEP Mangrove Change

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

State of Finance for Nature 2023

United Nations Environment Programme · State of Finance for Nature 2023

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Status of the World’s Soil Resources

Food and Agriculture Organization · FAO Global Soil Status

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Global Assessment of Soil Pollution

FAO and UNEP · FAO-UNEP Soil Pollution Assessment

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Global Environment Outlook 6

United Nations Environment Programme · UNEP GEO-6

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Adaptation Gap Report 2024

United Nations Environment Programme · UNEP Adaptation Gap 2024

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Emissions Gap Report 2024

United Nations Environment Programme · UNEP Emissions Gap 2024

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Indonesia Blue Economy Roadmap 2023–2045

Bappenas · Blue Economy Roadmap

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Indonesia Ocean Health Index Assessment

Ministry of Marine Affairs and Fisheries · Indonesia Ocean Health Index

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Indonesia Seagrass Status Report

BRIN · Status Padang Lamun Indonesia

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Indonesia Coral Reef Status Report

BRIN · Status Terumbu Karang Indonesia

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

National Mangrove Map of Indonesia

Ministry of Environment and Forestry · Peta Mangrove Nasional

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

National Wetland Ecosystem Inventory of Indonesia

Ministry of Environment and Forestry · National Wetland Inventory

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

National Forest Reference Emission Level for Deforestation and Forest Degradation

Ministry of Environment and Forestry · Indonesia FREL

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

State of Indonesia’s Forests 2022

Ministry of Environment and Forestry · SOIFO 2022

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Indonesia Long-Term Low Carbon and Climate Resilience Strategy: Technical Evidence Base

Bappenas · LTS Evidence Base

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Indonesia Country Climate and Development Report

World Bank · Indonesia CCDR

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Status Keanekaragaman Hayati Ekoregion Papua

Bappenas, BRIN, dan KLH/BPLH · Status Kehati Papua

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Status Keanekaragaman Hayati Ekoregion Jawa-Bali

Bappenas, BRIN, dan KLH/BPLH · Status Kehati Jawa-Bali

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Status Keanekaragaman Hayati Ekoregion Kalimantan

Bappenas, BRIN, dan KLH/BPLH · Status Kehati Kalimantan

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Status Keanekaragaman Hayati Ekoregion Sulawesi

Bappenas, BRIN, dan KLH/BPLH · Status Kehati Sulawesi

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Status Keanekaragaman Hayati Ekoregion Sumatra

Bappenas, BRIN, dan KLH/BPLH · Status Kehati Sumatra

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Status Kekinian Keanekaragaman Hayati Indonesia 2024

Bappenas, BRIN, dan KLH/BPLH · Status Kehati Indonesia 2024

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Indonesia Biodiversity Strategy and Action Plan 2025–2045

Bappenas · IBSAP 2025–2045

Sumber resmi yang dikurasi untuk korpus inti Pengetahuan dan Dampak Masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kebijakan, bukti, perencanaan, dan penilaian program sesuai tingkat otoritasnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Core Carbon Principles, Assessment Framework and Assessment Procedure

Integrity Council for the Voluntary Carbon Market · ICVCM Core Carbon Principles

Prinsip dan kerangka penilaian integritas program serta kategori kredit karbon sukarela.

Dampak berlaku

Menjadi benchmark independen kualitas sisi suplai pasar karbon sukarela.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Verified Carbon Standard Program Standard

Verra · VCS Program Standard

Aturan program untuk validasi, verifikasi, registrasi, penerbitan, dan pengelolaan unit karbon VCS.

Dampak berlaku

Merupakan standar program sukarela, bukan peraturan pemerintah.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

The Global GHG Accounting and Reporting Standard Part A: Financed Emissions

Partnership for Carbon Accounting Financials · PCAF Global Standard Part A

Metode pengukuran dan pelaporan emisi yang dibiayai lembaga keuangan.

Dampak berlaku

Mendukung inventaris Scope 3 Category 15 dan pengelolaan portofolio finansial.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Sustainability Bond Guidelines

International Capital Market Association · ICMA Sustainability Bond Guidelines

Pedoman obligasi yang membiayai kombinasi proyek hijau dan sosial.

Dampak berlaku

Menghubungkan Green Bond Principles dan Social Bond Principles.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Green Bond Principles

International Capital Market Association · ICMA Green Bond Principles

Pedoman sukarela penggunaan dana, evaluasi proyek, pengelolaan dana, dan pelaporan obligasi hijau.

Dampak berlaku

Menjadi acuan pasar bagi penerbitan green bond.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Adaptation Fund Strategic Priorities, Policies and Guidelines

Adaptation Fund · Adaptation Fund SPPG

Prioritas dan persyaratan pembiayaan proyek serta program adaptasi.

Dampak berlaku

Menjadi acuan penyusunan dan penilaian proposal Adaptation Fund.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Instrument for the Establishment of the Restructured Global Environment Facility

Global Environment Facility · GEF Instrument

Instrumen dasar tujuan, struktur, tata kelola, dan operasi Global Environment Facility.

Dampak berlaku

Menjadi fondasi kelembagaan dan pendanaan GEF.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Green Climate Fund Integrated Results Management Framework

Green Climate Fund · GCF IRMF

Kerangka hasil untuk mengukur kontribusi investasi GCF terhadap mitigasi dan adaptasi.

Dampak berlaku

Mendukung desain indikator, pemantauan hasil, dan pelaporan portofolio.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Green Climate Fund Investment Framework

Green Climate Fund · GCF Investment Framework

Kerangka keputusan investasi GCF berbasis dampak, paradigma, kebutuhan, kepemilikan negara, efisiensi, dan kelayakan finansial.

Dampak berlaku

Menjadi acuan penilaian proposal pembiayaan GCF.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Governing Instrument for the Green Climate Fund

Green Climate Fund · GCF Governing Instrument

Instrumen dasar mandat, tujuan, tata kelola, dan pengoperasian Green Climate Fund.

Dampak berlaku

Menjadi fondasi kelembagaan GCF sebagai entitas mekanisme keuangan UNFCCC.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Recommendations of the Taskforce on Nature-related Financial Disclosures

Taskforce on Nature-related Financial Disclosures · TNFD Recommendations

Kerangka identifikasi, penilaian, pengelolaan, dan pengungkapan ketergantungan, dampak, risiko, serta peluang terkait alam.

Dampak berlaku

Mendukung integrasi risiko alam dan keanekaragaman hayati dalam keputusan organisasi dan pembiayaan.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat Csuperseded

Recommendations of the Task Force on Climate-related Financial Disclosures

Financial Stability Board TCFD · TCFD Recommendations

Rekomendasi pengungkapan iklim berbasis governance, strategy, risk management, metrics and targets.

Dampak berlaku

Remit TCFD telah selesai; substansinya diteruskan dan diintegrasikan ke ISSB Standards.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

IFRS S2 Climate-related Disclosures

International Sustainability Standards Board · IFRS S2

Persyaratan pengungkapan risiko dan peluang terkait iklim.

Dampak berlaku

Mengintegrasikan arsitektur TCFD ke baseline ISSB.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

IFRS S1 General Requirements for Disclosure of Sustainability-related Financial Information

International Sustainability Standards Board · IFRS S1

Persyaratan umum pengungkapan risiko dan peluang keberlanjutan yang relevan bagi investor.

Dampak berlaku

Menjadi baseline global pengungkapan keuangan terkait keberlanjutan.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

ISO 14067: Greenhouse gases — Carbon footprint of products

International Organization for Standardization · ISO 14067

Prinsip dan persyaratan kuantifikasi serta pelaporan jejak karbon produk.

Dampak berlaku

Standar berlisensi; portal hanya menyimpan metadata dan tautan resmi.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

ISO 14064-3: Greenhouse gases — Verification and validation

International Organization for Standardization · ISO 14064-3

Spesifikasi verifikasi dan validasi pernyataan gas rumah kaca.

Dampak berlaku

Standar berlisensi; portal hanya menyimpan metadata dan tautan resmi.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

ISO 14064-2: Greenhouse gases — Project-level quantification, monitoring and reporting

International Organization for Standardization · ISO 14064-2

Spesifikasi kuantifikasi, pemantauan, dan pelaporan penurunan emisi atau peningkatan serapan tingkat proyek.

Dampak berlaku

Standar berlisensi; portal hanya menyimpan metadata dan tautan resmi.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

ISO 14064-1: Greenhouse gases — Organization-level quantification and reporting

International Organization for Standardization · ISO 14064-1

Spesifikasi dan pedoman inventaris gas rumah kaca tingkat organisasi.

Dampak berlaku

Standar berlisensi; portal hanya menyimpan metadata dan tautan resmi.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

GHG Protocol Policy and Action Standard

GHG Protocol · Policy and Action Standard

Standar penilaian dampak gas rumah kaca dari kebijakan dan tindakan.

Dampak berlaku

Mendukung evaluasi ex-ante dan ex-post kebijakan mitigasi.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

GHG Protocol for Project Accounting

GHG Protocol · Project Protocol

Pedoman kuantifikasi penurunan emisi dari proyek mitigasi.

Dampak berlaku

Membahas baseline, additionality, monitoring, dan pelaporan proyek.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

GHG Protocol Corporate Value Chain Scope 3 Standard

GHG Protocol · Scope 3 Standard

Standar penghitungan dan pelaporan emisi tidak langsung dalam rantai nilai.

Dampak berlaku

Memungkinkan identifikasi hotspot emisi upstream dan downstream.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

GHG Protocol Scope 2 Guidance

GHG Protocol · Scope 2 Guidance

Pedoman penghitungan emisi dari listrik, uap, panas, dan pendinginan yang dibeli.

Dampak berlaku

Melengkapi Corporate Standard untuk pelaporan Scope 2 berbasis lokasi dan pasar.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

GHG Protocol Corporate Accounting and Reporting Standard

GHG Protocol · Corporate Standard

Standar inventaris dan pelaporan emisi gas rumah kaca tingkat organisasi.

Dampak berlaku

Menjadi acuan penetapan batas organisasi, batas operasional, dan inventaris korporasi.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Climate Change 2022: Mitigation of Climate Change

IPCC · IPCC AR6 WG III

Penilaian jalur, kebijakan, teknologi, perilaku, dan pembiayaan mitigasi.

Dampak berlaku

Menjadi bukti ilmiah utama untuk strategi penurunan emisi.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

2019 Refinement to the 2006 IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories

IPCC · 2019 Refinement

Penyempurnaan metode dan faktor dalam pedoman inventaris IPCC 2006.

Dampak berlaku

Digunakan bersama, bukan menggantikan, IPCC Guidelines 2006.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

2006 IPCC Guidelines for National Greenhouse Gas Inventories

IPCC · 2006 IPCC Guidelines

Pedoman metodologis inventaris emisi dan serapan gas rumah kaca nasional.

Dampak berlaku

Menjadi acuan utama penghitungan inventaris GRK.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Guidance for Adaptation Communications

UNFCCC · Decision 9/CMA.1

Pedoman penyampaian prioritas, kebutuhan, rencana, dan tindakan adaptasi.

Dampak berlaku

Mendukung komunikasi adaptasi tanpa menambah beban pelaporan yang tidak perlu.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Information to Facilitate Clarity, Transparency and Understanding of Nationally Determined Contributions

UNFCCC · Decision 4/CMA.1

Pedoman informasi yang menyertai NDC agar target dan asumsi dapat dipahami.

Dampak berlaku

Meningkatkan keterbandingan dan transparansi NDC.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Common Reporting Tables and Common Tabular Formats under the Enhanced Transparency Framework

UNFCCC · Decision 5/CMA.3

Format tabel umum untuk inventaris, pelacakan NDC, dan pelaporan dukungan.

Dampak berlaku

Mengoperasionalkan pelaporan terstruktur ETF.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Modalities, Procedures and Guidelines for the Enhanced Transparency Framework

UNFCCC · Decision 18/CMA.1

Pedoman pelaporan dan penelaahan informasi iklim negara di bawah Pasal 13 Persetujuan Paris.

Dampak berlaku

Menjadi fondasi BTR, inventaris, pelacakan NDC, dan technical expert review.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Work Programme under the Framework for Non-market Approaches Referred to in Article 6.8

UNFCCC · Decision 4/CMA.3

Program kerja pendekatan non-pasar untuk kerja sama mitigasi, adaptasi, pembiayaan, teknologi, dan kapasitas.

Dampak berlaku

Menjadi jalur Article 6 yang tidak menghasilkan transfer unit karbon.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Rules, Modalities and Procedures for the Article 6.4 Mechanism

UNFCCC · Decision 3/CMA.3

Aturan mekanisme kredit terpusat di bawah Pasal 6.4 Persetujuan Paris.

Dampak berlaku

Mengatur tata kelola, metodologi, additionality, registri, dan kontribusi bagi adaptasi.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Guidance on Cooperative Approaches Referred to in Article 6.2 of the Paris Agreement

UNFCCC · Decision 2/CMA.3

Pedoman cooperative approaches dan internationally transferred mitigation outcomes di bawah Pasal 6.2.

Dampak berlaku

Menjadi acuan akuntansi, otorisasi, pelaporan, dan corresponding adjustments.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Outcome of the First Global Stocktake

UNFCCC · Decision 1/CMA.5

Hasil inventarisasi global pertama pelaksanaan Persetujuan Paris.

Dampak berlaku

Menjadi masukan bagi peningkatan NDC, adaptasi, sarana implementasi, dan transisi energi.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Sharm el-Sheikh Implementation Plan

UNFCCC · Decision 1/CP.27 and 1/CMA.4

Rencana implementasi hasil COP27/CMA4 untuk mitigasi, adaptasi, pembiayaan, dan kerugian serta kerusakan.

Dampak berlaku

Mengembangkan agenda implementasi iklim setelah Glasgow.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Glasgow Climate Pact

UNFCCC · Decision 1/CP.26 and 1/CMA.3

Keputusan COP26/CMA3 mengenai ambisi, adaptasi, pembiayaan, kerugian dan kerusakan, serta implementasi Persetujuan Paris.

Dampak berlaku

Memberi arahan politik dan operasional pasca-Glasgow.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Rencana Operasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan · FOLU Net Sink 2030

Rencana operasional pencapaian kondisi serapan bersih sektor kehutanan dan penggunaan lahan pada 2030.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan operasional aksi mitigasi FOLU nasional.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Indonesia 2024 Common Reporting Tables

Pemerintah Republik Indonesia · CRT 2024

Tabel pelaporan umum inventaris gas rumah kaca Indonesia.

Dampak berlaku

Menyediakan data terstruktur yang mendukung NID dan BTR1.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Indonesia 2024 National Inventory Document

Pemerintah Republik Indonesia · NID 2024

Dokumen inventaris nasional emisi dan serapan gas rumah kaca Indonesia.

Dampak berlaku

Menjadi sumber teknis inventaris yang menyertai BTR1.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2017 tentang Pengesahan Minamata Convention on Mercury

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 11 Tahun 2017

Pengesahan Konvensi Minamata mengenai pengendalian merkuri untuk melindungi kesehatan manusia dan lingkungan.

Dampak berlaku

Menjadi dasar hukum nasional keterikatan Indonesia pada Konvensi Minamata.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Menteri LHK Nomor P.75/MENLHK/SETJEN/KUM.1/10/2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan · Permen LHK P.75 Tahun 2019

Peta jalan tanggung jawab produsen untuk mengurangi sampah dari produk dan kemasan.

Dampak berlaku

Menjadi pedoman operasional pengurangan sampah oleh produsen.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut

Presiden Republik Indonesia · Perpres No. 83 Tahun 2018

Rencana aksi nasional pengurangan sampah laut melalui strategi lintas kementerian dan pemangku kepentingan.

Dampak berlaku

Menjadi kerangka koordinasi nasional penanganan sampah laut.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

Presiden Republik Indonesia · Perpres No. 97 Tahun 2017

Target, strategi, program, dan pemantauan pengurangan serta penanganan sampah rumah tangga.

Dampak berlaku

Menjadi acuan Jakstranas dan penyusunan kebijakan daerah.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 18 Tahun 2008

Pengurangan, penanganan, tanggung jawab produsen, hak masyarakat, kelembagaan, pembiayaan, dan penegakan pengelolaan sampah.

Dampak berlaku

Menjadi kerangka utama pengelolaan sampah nasional.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2020 tentang Rencana Induk Penanggulangan Bencana Tahun 2020–2044

Presiden Republik Indonesia · Perpres No. 87 Tahun 2020

Arah kebijakan dan strategi nasional jangka panjang penanggulangan bencana.

Dampak berlaku

Menjadi acuan perencanaan lintas sektor untuk pengurangan risiko dan ketangguhan bencana.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana

Pemerintah Republik Indonesia · PP No. 21 Tahun 2008

Aturan pelaksana prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana.

Dampak berlaku

Menjadi aturan pelaksana utama UU Nomor 24 Tahun 2007.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 24 Tahun 2007

Kerangka pencegahan, kesiapsiagaan, tanggap darurat, rehabilitasi, rekonstruksi, kelembagaan, dan hak masyarakat dalam penanggulangan bencana.

Dampak berlaku

Menjadi dasar pengurangan risiko dan penanggulangan bencana nasional.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air

Pemerintah Republik Indonesia · PP No. 30 Tahun 2024

Aturan pelaksana pengelolaan sumber daya air berdasarkan wilayah sungai, konservasi, pendayagunaan, dan pengendalian daya rusak.

Dampak berlaku

Menjadi aturan pelaksana utama UU Nomor 17 Tahun 2019.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ATelah diputus

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 85/PUU-XI/2013

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia · 85/PUU-XI/2013

Putusan pengujian UU Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.

Dampak berlaku

Membatalkan UU Nomor 7 Tahun 2004 secara keseluruhan dan memberlakukan kembali UU Nomor 11 Tahun 1974 sementara sampai terbentuk undang-undang baru.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ADicabut

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 7 Tahun 2004

Kerangka terdahulu pengelolaan sumber daya air.

Dampak berlaku

Dibatalkan secara keseluruhan oleh Putusan MK Nomor 85/PUU-XI/2013; dipertahankan hanya sebagai rekam sejarah hukum.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 17 Tahun 2019

Penguasaan negara, hak rakyat atas air, konservasi, pendayagunaan, pengendalian daya rusak, informasi, dan partisipasi masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi kerangka hukum sumber daya air setelah pembatalan UU Nomor 7 Tahun 2004.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 31 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Kawasan Konservasi

Kementerian Kelautan dan Perikanan · Permen KKP No. 31 Tahun 2020

Pedoman perencanaan, penetapan, zonasi, pemanfaatan, evaluasi, dan pengelolaan kawasan konservasi perairan.

Dampak berlaku

Menjadi pedoman operasional pengelolaan kawasan konservasi kelautan.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 7 Tahun 2016

Perlindungan risiko, sarana, pembiayaan, kelembagaan, pendidikan, dan pemberdayaan pelaku usaha kecil kelautan.

Dampak berlaku

Menjadi dasar perlindungan dan pemberdayaan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup pada sumber daya kelautan.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 45 Tahun 2009

Perubahan kerangka pengelolaan, pengawasan, penegakan, dan peradilan perikanan.

Dampak berlaku

Mengubah UU Nomor 31 Tahun 2004.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku sebagian

Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 31 Tahun 2004

Kerangka pengelolaan, pemanfaatan, pengawasan, penegakan, dan peradilan perikanan.

Dampak berlaku

Wajib dibaca bersama perubahan melalui UU Nomor 45 Tahun 2009 dan perubahan berikutnya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ATelah diputus

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 34/PUU-IX/2011

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia · 34/PUU-IX/2011

Putusan mengenai penguasaan hutan oleh negara dan penghormatan hak atas tanah yang telah ada.

Dampak berlaku

Menegaskan penguasaan hutan oleh negara wajib memperhatikan hak atas tanah yang telah ada.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ATelah diputus

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 45/PUU-IX/2011

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia · 45/PUU-IX/2011

Putusan mengenai frasa penunjukan dan/atau penetapan kawasan hutan dalam UU Kehutanan.

Dampak berlaku

Menegaskan bahwa penunjukan bukan tahap akhir penetapan kawasan hutan dan proses pengukuhan harus diselesaikan.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ATelah diputus

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 95/PUU-XII/2014

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia · 95/PUU-XII/2014

Putusan terkait penerapan ketentuan pidana kehutanan terhadap masyarakat yang hidup turun-temurun di dalam hutan.

Dampak berlaku

Memberikan batas konstitusional terhadap kriminalisasi masyarakat yang hidup turun-temurun dan tidak bertujuan komersial.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku sebagian

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 18 Tahun 2013

Pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan yang dilakukan secara terorganisasi serta kelembagaan penegakan.

Dampak berlaku

Penerapan wajib memperhatikan putusan Mahkamah Konstitusi dan perlindungan masyarakat yang hidup turun-temurun di dalam hutan.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan · Permen LHK P.106 Tahun 2018

Daftar jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi sebagai perubahan atas daftar sebelumnya.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan operasional identifikasi jenis dilindungi; status terkini harus dibaca bersama perubahan berikutnya bila ada.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2007 tentang Konservasi Sumber Daya Ikan

Pemerintah Republik Indonesia · PP No. 60 Tahun 2007

Konservasi ekosistem, jenis ikan, dan genetik ikan serta pemanfaatannya secara berkelanjutan.

Dampak berlaku

Menjadi kerangka utama konservasi sumber daya ikan.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 1999 tentang Pemanfaatan Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar

Pemerintah Republik Indonesia · PP No. 8 Tahun 1999

Pengkajian, penelitian, penangkaran, perdagangan, peragaan, pertukaran, dan pemanfaatan tumbuhan serta satwa liar.

Dampak berlaku

Menjadi aturan pelaksana pemanfaatan jenis dengan prinsip konservasi.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa

Pemerintah Republik Indonesia · PP No. 7 Tahun 1999

Kerangka penetapan, pengelolaan, dan perlindungan jenis tumbuhan serta satwa yang diawetkan.

Dampak berlaku

Menjadi aturan pelaksana penting perlindungan jenis.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Pemerintah Nomor 108 Tahun 2015 tentang Perubahan atas PP Nomor 28 Tahun 2011

Pemerintah Republik Indonesia · PP No. 108 Tahun 2015

Perubahan tata kelola kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam.

Dampak berlaku

Mengubah PP Nomor 28 Tahun 2011.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku sebagian

Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam

Pemerintah Republik Indonesia · PP No. 28 Tahun 2011

Pengelolaan kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam, zonasi, pemanfaatan, perlindungan, serta pemberdayaan masyarakat.

Dampak berlaku

Wajib dibaca bersama perubahan melalui PP Nomor 108 Tahun 2015.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku sebagian

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 5 Tahun 1990

Kerangka konservasi tumbuhan, satwa, kawasan suaka alam, pelestarian alam, dan pemanfaatan berkelanjutan.

Dampak berlaku

Wajib dibaca bersama perubahan melalui UU Nomor 32 Tahun 2024.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ATelah diputus

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 91/PUU-XVIII/2020

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia · 91/PUU-XVIII/2020

Putusan pengujian formil UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Dampak berlaku

Menyatakan pembentukan UU Cipta Kerja inkonstitusional bersyarat dan memerintahkan perbaikan dalam tenggang yang ditentukan; konteks historis sebelum UU 6/2023.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku sebagian

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 6 Tahun 2023

Menetapkan Perppu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi undang-undang dan mengubah berbagai undang-undang sektoral.

Dampak berlaku

Dampaknya harus dibaca per sektor serta bersama perubahan peraturan setelah tahun 2023.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 12 Tahun 2011

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 13 Tahun 2022

Perubahan kedua kerangka pembentukan peraturan, termasuk metode omnibus dan penguatan partisipasi bermakna.

Dampak berlaku

Mengubah UU Nomor 12 Tahun 2011.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku sebagian

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 12 Tahun 2011

Hierarki, asas, perencanaan, penyusunan, pembahasan, pengesahan, pengundangan, dan partisipasi dalam pembentukan peraturan.

Dampak berlaku

Wajib dibaca bersama perubahan, termasuk UU Nomor 13 Tahun 2022.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 25 Tahun 2009

Hak, kewajiban, standar, pengawasan, pengaduan, dan penyelesaian sengketa pelayanan publik.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan mutu pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 14 Tahun 2008

Hak memperoleh informasi publik, kewajiban badan publik, pengecualian, dan penyelesaian sengketa informasi.

Dampak berlaku

Menjadi dasar transparansi data dan dokumen publik, termasuk informasi lingkungan.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku sebagian

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 30 Tahun 2014

Asas, kewenangan, keputusan, tindakan, diskresi, dan perlindungan hukum dalam administrasi pemerintahan.

Dampak berlaku

Menjadi dasar legalitas keputusan dan tindakan administrasi yang relevan bagi izin dan tata kelola lingkungan.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku sebagian

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 23 Tahun 2014

Pembagian urusan pemerintahan pusat, provinsi, dan kabupaten/kota termasuk lingkungan hidup, kehutanan, kelautan, serta tata ruang.

Dampak berlaku

Tetap berlaku dengan banyak perubahan; matriks kewenangan sektoral harus dibaca pada versi terkini.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 18 Tahun 2019 tentang Tata Cara Penatausahaan Tanah Ulayat Kesatuan Masyarakat Hukum Adat

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN · Permen ATR/BPN No. 18 Tahun 2019

Pedoman penatausahaan tanah ulayat kesatuan masyarakat hukum adat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan administratif pertanahan untuk pencatatan tanah ulayat.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

Kementerian Dalam Negeri · Permendagri No. 52 Tahun 2014

Pedoman pemerintah daerah membentuk panitia, mengidentifikasi, memverifikasi, memvalidasi, dan menetapkan masyarakat hukum adat.

Dampak berlaku

Menjadi pedoman administratif penting pengakuan masyarakat hukum adat oleh pemerintah daerah.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas PP Nomor 43 Tahun 2014

Pemerintah Republik Indonesia · PP No. 11 Tahun 2019

Perubahan kedua aturan pelaksanaan Undang-Undang Desa.

Dampak berlaku

Mengubah kembali PP Nomor 43 Tahun 2014.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2015 tentang Perubahan atas PP Nomor 43 Tahun 2014

Pemerintah Republik Indonesia · PP No. 47 Tahun 2015

Perubahan pertama aturan pelaksanaan Undang-Undang Desa.

Dampak berlaku

Mengubah PP Nomor 43 Tahun 2014.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku sebagian

Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa

Pemerintah Republik Indonesia · PP No. 43 Tahun 2014

Aturan pelaksana pemerintahan, kewenangan, pembangunan, dan kelembagaan desa.

Dampak berlaku

Tetap berlaku dengan perubahan dan wajib dibaca bersama PP 47/2015 serta PP 11/2019.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 3 Tahun 2024

Perubahan kedua atas kerangka pemerintahan dan penyelenggaraan desa.

Dampak berlaku

Mengubah sejumlah ketentuan UU Nomor 6 Tahun 2014.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku sebagian

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 6 Tahun 2014

Kerangka pemerintahan, kewenangan, pembangunan, pemberdayaan, aset, dan keuangan desa.

Dampak berlaku

Wajib dibaca bersama perubahan, termasuk UU Nomor 3 Tahun 2024.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 9 Tahun 2016

Presiden Republik Indonesia · Perpres No. 23 Tahun 2021

Perubahan tata kelola dan cakupan percepatan Kebijakan Satu Peta.

Dampak berlaku

Mengubah Perpres Nomor 9 Tahun 2016.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku sebagian

Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta

Presiden Republik Indonesia · Perpres No. 9 Tahun 2016

Kerangka percepatan satu referensi geospasial nasional untuk mendukung perencanaan dan penyelesaian konflik pemanfaatan ruang.

Dampak berlaku

Wajib dibaca bersama perubahannya melalui Perpres Nomor 23 Tahun 2021.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Ketidaksesuaian Tata Ruang, Kawasan Hutan, Izin, Konsesi, dan/atau Hak Atas Tanah

Pemerintah Republik Indonesia · PP No. 43 Tahun 2021

Mekanisme penyelesaian tumpang tindih dan ketidaksesuaian tata ruang, kawasan hutan, izin, konsesi, serta hak atas tanah.

Dampak berlaku

Menjadi kerangka koreksi ketidaksesuaian spasial dan tenurial.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang

Pemerintah Republik Indonesia · PP No. 21 Tahun 2021

Aturan pelaksana perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang, pengendalian, pengawasan, dan penyelesaian sengketa.

Dampak berlaku

Menjadi aturan pelaksana utama penataan ruang setelah perubahan rezim Cipta Kerja.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku sebagian

Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 26 Tahun 2007

Kerangka perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pengawasan, dan peran masyarakat dalam penataan ruang.

Dampak berlaku

Tetap berlaku dengan perubahan, termasuk perubahan melalui rezim Cipta Kerja.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku sebagian

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 5 Tahun 1960

Kerangka dasar hukum agraria, hak atas tanah, fungsi sosial tanah, dan pengakuan hak ulayat sepanjang menurut kenyataannya masih ada.

Dampak berlaku

Tetap menjadi rujukan dasar agraria dengan perubahan dan aturan pelaksana yang wajib dibaca bersama.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Republic of Indonesia Second Nationally Determined Contribution

Pemerintah Republik Indonesia · Second NDC

Komitmen iklim nasional Indonesia untuk periode implementasi berikutnya di bawah Persetujuan Paris.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan sasaran mitigasi, adaptasi, kebutuhan dukungan, dan transparansi nasional.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Indonesia 2024 Biennial Transparency Report: BTR1

Pemerintah Republik Indonesia · BTR1

Laporan transparansi dua tahunan pertama Indonesia di bawah Enhanced Transparency Framework.

Dampak berlaku

Menyajikan inventaris, kemajuan NDC, adaptasi, serta dukungan yang dibutuhkan dan diterima.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Indonesia BTR1 Common Tabular Formats for Support

Pemerintah Republik Indonesia · BTR1 CTF-Support

Tabel dukungan pendanaan, teknologi, dan pengembangan kapasitas dalam BTR1 Indonesia.

Dampak berlaku

Menjadi sumber terstruktur kebutuhan dan dukungan iklim.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Indonesia BTR1 Common Tabular Formats for NDC Tracking

Pemerintah Republik Indonesia · BTR1 CTF-NDC

Tabel terstruktur untuk melacak kemajuan implementasi dan pencapaian NDC Indonesia.

Dampak berlaku

Mendukung pembacaan kuantitatif kemajuan target NDC.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Protected Planet Report 2024

UNEP-WCMC and IUCN · Protected Planet Report 2024

Penilaian kemajuan global kawasan lindung dan other effective area-based conservation measures.

Dampak berlaku

Mendukung evaluasi cakupan, konektivitas, efektivitas, pemerataan, dan Target 3 biodiversitas global.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

The State of the World’s Mangroves 2024

Global Mangrove Alliance · State of the World’s Mangroves 2024

Sintesis kondisi, perubahan, manfaat, ancaman, restorasi, dan pembiayaan mangrove global.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan ilmiah dan programatik untuk konservasi serta restorasi mangrove.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

The State of the World’s Forests 2024

Food and Agriculture Organization · SOFO 2024

Laporan FAO mengenai inovasi sektor kehutanan untuk masa depan yang berkelanjutan.

Dampak berlaku

Memberi bukti global tentang hutan, inovasi kebijakan, teknologi, sosial, kelembagaan, dan pembiayaan.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

The State of World Fisheries and Aquaculture 2024

Food and Agriculture Organization · SOFIA 2024

Laporan global kondisi perikanan dan akuakultur serta transformasi pangan biru.

Dampak berlaku

Menjadi bukti tren produksi, konsumsi, keberlanjutan stok, perdagangan, dan tata kelola perikanan.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

United Nations World Water Development Report 2024: Water for Prosperity and Peace

UNESCO World Water Assessment Programme · WWDR 2024

Laporan global hubungan air, kemakmuran, perdamaian, ketahanan, dan kerja sama.

Dampak berlaku

Menyediakan bukti lintas sektor untuk pengelolaan air, pembiayaan, data, dan tata kelola.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Global Resources Outlook 2024

International Resource Panel, UNEP · Global Resources Outlook 2024

Penilaian tren penggunaan sumber daya alam dan dampaknya terhadap iklim, biodiversitas, polusi, serta kesejahteraan.

Dampak berlaku

Memberi jalur kebijakan untuk efisiensi, sirkularitas, dan pemisahan kesejahteraan dari tekanan lingkungan.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Thematic Assessment Report on Invasive Alien Species and their Control

Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services · IPBES Invasive Alien Species Assessment

Penilaian global mengenai pendorong, dampak, tren, dan pengendalian spesies asing invasif.

Dampak berlaku

Menjadi bukti ilmiah untuk pencegahan, kesiapsiagaan, eradikasi, dan pengelolaan invasif.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut

Pemerintah Republik Indonesia · PP 26/2023

Peraturan perencanaan, pengendalian, pemanfaatan, dan pengawasan hasil sedimentasi di laut.

Dampak berlaku

Menetapkan kerangka pengelolaan sedimentasi dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

The Assessment Report on Diverse Values and Valuation of Nature

Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services · IPBES Values Assessment

Penilaian keragaman nilai alam dan metode valuasi dalam keputusan publik dan privat.

Dampak berlaku

Menunjukkan cara memasukkan nilai relasional, intrinsik, instrumental, dan pandangan dunia yang beragam.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Assessment Report on the Sustainable Use of Wild Species

Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services · IPBES Sustainable Use Assessment

Penilaian global praktik dan kebijakan pemanfaatan berkelanjutan spesies liar.

Dampak berlaku

Mencakup perikanan, pengumpulan, penebangan, pemanfaatan non-ekstraktif, dan pengetahuan masyarakat adat.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

UNEP Freshwater Strategic Priorities 2022–2025

United Nations Environment Programme · UNEP Freshwater Strategic Priorities

Prioritas UNEP untuk perlindungan, pengelolaan, kualitas, data, dan restorasi ekosistem air tawar.

Dampak berlaku

Menghubungkan bukti ilmiah, tata kelola, Nature-based Solutions, dan aksi negara atas air tawar.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Global Wetland Outlook: Special Edition 2021

Convention on Wetlands · Global Wetland Outlook 2021

Laporan kondisi, tren, tekanan, manfaat, dan respons untuk lahan basah dunia.

Dampak berlaku

Menjadi bukti ilmiah bagi perlindungan, pemulihan, dan pemanfaatan bijaksana lahan basah.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Long-Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience 2050

Pemerintah Republik Indonesia · Indonesia LTS-LCCR 2050

Strategi jangka panjang pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim Indonesia hingga 2050.

Dampak berlaku

Memberi arah transisi jangka panjang lintas sektor.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Menteri LHK Nomor 8 Tahun 2021 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan serta Pemanfaatan Hutan di Hutan Lindung dan Hutan Produksi

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan · Permen LHK 8/2021

Aturan tata hutan, rencana pengelolaan, dan pemanfaatan hutan lindung serta produksi.

Dampak berlaku

Mengatur perencanaan unit pengelolaan, perizinan berusaha, perhutanan sosial, dan pemanfaatan.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Menteri LHK Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perencanaan Kehutanan, Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan, serta Penggunaan Kawasan Hutan

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan · Permen LHK 7/2021

Aturan pelaksanaan perencanaan kehutanan dan perubahan atau penggunaan kawasan hutan.

Dampak berlaku

Menjadi pedoman inventarisasi, pengukuhan, tata batas, perubahan fungsi, dan penggunaan kawasan.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Kelautan dan Perikanan

Pemerintah Republik Indonesia · PP 27/2021

Peraturan pelaksanaan bidang kelautan dan perikanan setelah perubahan kerangka perizinan dan pengelolaan.

Dampak berlaku

Mengatur perencanaan ruang laut, perikanan, konservasi, mutu, dan pengawasan.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Presiden Nomor 120 Tahun 2020 tentang Badan Restorasi Gambut dan Mangrove

Pemerintah Republik Indonesia · Perpres 120/2020

Peraturan kedudukan, tugas, fungsi, dan tata kerja Badan Restorasi Gambut dan Mangrove.

Dampak berlaku

Memberi mandat fasilitasi restorasi gambut dan percepatan rehabilitasi mangrove pada wilayah kerja.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Global Biodiversity Outlook 5

Convention on Biological Diversity · GBO-5

Laporan kemajuan global terhadap Aichi Biodiversity Targets dan jalur menuju visi biodiversitas 2050.

Dampak berlaku

Menyediakan sintesis tren, pencapaian, dan transisi yang diperlukan untuk menghentikan kehilangan biodiversitas.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

FAO Global Forest Resources Assessment 2020 Main Report

Food and Agriculture Organization · FRA 2020

Penilaian global luas, karakteristik, kondisi, penggunaan, dan tren sumber daya hutan.

Dampak berlaku

Menyediakan baseline data komparatif bagi kebijakan dan pemantauan kehutanan.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Laut

Pemerintah Republik Indonesia · PP 32/2019

Rencana tata ruang laut nasional sebagai pedoman pemanfaatan ruang dan pengendalian.

Dampak berlaku

Mengintegrasikan kawasan pemanfaatan umum, konservasi, alur laut, dan kawasan strategis.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Rutzolijirisaxik Voluntary Guidelines for the Repatriation of Traditional Knowledge

Convention on Biological Diversity · CBD Decision 14/12

Pedoman pemulangan pengetahuan tradisional yang relevan bagi konservasi dan pemanfaatan biodiversitas.

Dampak berlaku

Menuntun proses repatriasi yang dipimpin hak, kebutuhan, dan tata cara komunitas.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa

Kementerian Dalam Negeri · Permendagri 18/2018

Aturan pembentukan, tugas, fungsi, hubungan kerja, pembinaan, dan pendanaan lembaga desa serta lembaga adat.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan kelembagaan adat pada tata kelola desa.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Assessment Report on Land Degradation and Restoration

Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services · IPBES Land Degradation and Restoration Assessment

Penilaian global degradasi lahan, dampak, pendorong, dan opsi restorasi.

Dampak berlaku

Menjadi dasar ilmiah pencegahan degradasi serta pemulihan fungsi ekosistem dan kesejahteraan.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Menteri LHK Nomor P.34/MENLHK/SETJEN/KUM.1/5/2017 tentang Pengakuan dan Perlindungan Kearifan Lokal

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan · Permen LHK P.34/2017

Pedoman pengakuan serta perlindungan kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan.

Dampak berlaku

Menyediakan mekanisme inventarisasi, verifikasi, validasi, penetapan, dan pembinaan.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia

Pemerintah Republik Indonesia · Perpres 16/2017

Kebijakan nasional pembangunan Indonesia sebagai poros maritim.

Dampak berlaku

Menetapkan Dokumen Nasional Kebijakan Kelautan dan rencana aksi lintas sektor.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2017 tentang Penataan Desa

Kementerian Dalam Negeri · Permendagri 1/2017

Pedoman pembentukan, penghapusan, penggabungan, perubahan status, dan penetapan desa serta desa adat.

Dampak berlaku

Menjadi acuan prosedural penataan desa dan desa adat oleh pemerintah daerah.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Mo’otz Kuxtal Voluntary Guidelines

Convention on Biological Diversity · CBD Decision XIII/18

Pedoman persetujuan atas dasar informasi awal dan pembagian manfaat terkait pengetahuan tradisional.

Dampak berlaku

Mendukung mekanisme FPIC atau approval and involvement sesuai keadaan nasional.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2016 tentang Perubahan atas PP Nomor 71 Tahun 2014

Pemerintah Republik Indonesia · PP 57/2016

Perubahan penguatan perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut.

Dampak berlaku

Mengubah sejumlah norma PP 71/2014 termasuk perlindungan fungsi, pengendalian kerusakan, dan pemulihan.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Assessment Report on Pollinators, Pollination and Food Production

Intergovernmental Science-Policy Platform on Biodiversity and Ecosystem Services · IPBES Pollinators Assessment

Penilaian kondisi penyerbuk, jasa penyerbukan, ancaman, dan pilihan respons.

Dampak berlaku

Menjadi bukti ilmiah kaitan biodiversitas, produksi pangan, pestisida, habitat, dan pengetahuan lokal.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat Bsuperseded

UNESCO Man and the Biosphere Strategy 2015–2025

UNESCO · MAB Strategy 2015–2025

Strategi jejaring cagar biosfer untuk konservasi, pembangunan berkelanjutan, ilmu pengetahuan, dan pembelajaran.

Dampak berlaku

Disimpan sebagai rekam strategi periode 2015–2025 dan rujukan pengelolaan lanskap.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat Bsuperseded

Fourth Strategic Plan of the Ramsar Convention 2016–2024

Convention on Wetlands · Ramsar Strategic Plan 2016–2024

Rencana strategis global konservasi dan pemanfaatan bijaksana lahan basah untuk periode 2016–2024.

Dampak berlaku

Dipertahankan sebagai rekam historis sasaran Ramsar dan pelaksanaan nasional.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan

Pemerintah Republik Indonesia · UU 32/2014

Undang-undang penyelenggaraan kelautan Indonesia.

Dampak berlaku

Mengatur wilayah laut, pembangunan kelautan, pengelolaan ruang, perlindungan lingkungan, keamanan, dan tata kelola.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Plan of Action on Customary Sustainable Use of Biological Diversity

Convention on Biological Diversity · CBD Decision XII/12 B

Rencana aksi untuk mempertahankan praktik pemanfaatan berkelanjutan secara adat.

Dampak berlaku

Mendorong partisipasi komunitas dalam kebijakan, konservasi, dan pemantauan biodiversitas.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut

Pemerintah Republik Indonesia · PP 71/2014

Peraturan perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut.

Dampak berlaku

Mengatur inventarisasi, penetapan fungsi, rencana, pemanfaatan, pengendalian, pemulihan, dan pengawasan gambut.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Voluntary Guidelines for Securing Sustainable Small-Scale Fisheries

Food and Agriculture Organization · FAO SSF Guidelines

Pedoman perikanan skala kecil yang berkelanjutan dalam konteks ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan.

Dampak berlaku

Mengarahkan tata kelola tenurial, pembangunan sosial, rantai nilai, gender, risiko bencana, dan iklim.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Voluntary Guidelines on Responsible Governance of Tenure of Land, Fisheries and Forests

Food and Agriculture Organization · FAO VGGT

Pedoman tata kelola tenurial tanah, perikanan, dan hutan yang bertanggung jawab.

Dampak berlaku

Menjadi standar sukarela untuk pengakuan hak, konsultasi, administrasi, investasi, dan penyelesaian sengketa.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai

Pemerintah Republik Indonesia · PP 37/2012

Peraturan pengelolaan daerah aliran sungai dari perencanaan hingga evaluasi.

Dampak berlaku

Menjadi dasar koordinasi pemulihan daya dukung dan pemanfaatan DAS secara terpadu.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai

Pemerintah Republik Indonesia · PP 38/2011

Peraturan pengelolaan sungai, ruang sungai, perlindungan, pengembangan, dan pengendalian daya rusak air.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan tata kelola sempadan, pemanfaatan, perizinan, dan pengawasan sungai.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Tkarihwaié:ri Code of Ethical Conduct

Convention on Biological Diversity · CBD Decision X/42

Kode etik penghormatan warisan budaya dan intelektual masyarakat adat dan lokal.

Dampak berlaku

Menjadi pedoman sukarela bagi penelitian, akses pengetahuan, dan interaksi dengan komunitas.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Nagoya–Kuala Lumpur Supplementary Protocol on Liability and Redress

Convention on Biological Diversity · Nagoya–Kuala Lumpur Supplementary Protocol

Protokol tambahan mengenai tanggung jawab dan pemulihan kerusakan biodiversitas akibat organisme hasil modifikasi.

Dampak berlaku

Melengkapi kerangka biosafety dengan langkah tanggap dan pemulihan.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Akwé: Kon Voluntary Guidelines

Convention on Biological Diversity · CBD Decision VII/16 F

Pedoman penilaian dampak budaya, lingkungan, dan sosial pada wilayah tradisional serta situs sakral.

Dampak berlaku

Menuntun pelibatan penuh masyarakat adat dan lokal serta penghormatan pengetahuan tradisional.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Programme of Work on Protected Areas

Convention on Biological Diversity · CBD PoWPA

Program kerja CBD untuk sistem kawasan lindung yang efektif, partisipatif, dan terhubung.

Dampak berlaku

Memberi tujuan bagi perencanaan, tata kelola, pemerataan manfaat, pemantauan, dan kapasitas kawasan lindung.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

International Treaty on Plant Genetic Resources for Food and Agriculture

Food and Agriculture Organization · ITPGRFA

Perjanjian konservasi, pemanfaatan berkelanjutan, akses, dan pembagian manfaat sumber daya genetik tanaman pangan.

Dampak berlaku

Mengakui hak petani dan membentuk Multilateral System untuk tanaman dalam Annex I.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Cartagena Protocol on Biosafety to the Convention on Biological Diversity

Convention on Biological Diversity · Cartagena Protocol

Protokol keselamatan hayati untuk perpindahan lintas batas organisme hasil modifikasi.

Dampak berlaku

Mengatur advance informed agreement, penilaian risiko, dan pertukaran informasi biosafety.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Convention on the Law of the Non-navigational Uses of International Watercourses

United Nations · UN Watercourses Convention

Kerangka penggunaan, perlindungan, dan kerja sama atas aliran air internasional selain navigasi.

Dampak berlaku

Memuat prinsip pemanfaatan yang adil, kewajiban mencegah kerugian, dan pertukaran informasi.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

United Nations Fish Stocks Agreement

United Nations · UN Fish Stocks Agreement

Perjanjian pelaksanaan UNCLOS untuk stok ikan lintas batas dan bermigrasi jauh.

Dampak berlaku

Menguatkan pendekatan kehati-hatian, kerja sama regional, dan kepatuhan perikanan.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

United Nations Convention on the Law of the Sea

United Nations · UNCLOS

Kerangka hukum internasional mengenai laut, zona maritim, sumber daya, dan perlindungan lingkungan laut.

Dampak berlaku

Menjadi kerangka utama kewenangan serta kewajiban negara di laut.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Convention on the Conservation of Migratory Species of Wild Animals

UNEP/CMS Secretariat · Convention on Migratory Species

Konvensi kerja sama internasional untuk konservasi spesies satwa liar bermigrasi dan habitatnya.

Dampak berlaku

Mengarahkan perlindungan spesies Appendix I dan perjanjian untuk spesies Appendix II.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Convention Concerning the Protection of the World Cultural and Natural Heritage

UNESCO · World Heritage Convention

Konvensi perlindungan warisan budaya dan alam bernilai universal luar biasa.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan perlindungan situs warisan alam dan keterlibatan negara pihak.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

System of Environmental-Economic Accounting—Ecosystem Accounting

United Nations Statistical Commission · SEEA Ecosystem Accounting

Kerangka statistik terintegrasi untuk mengukur aset ekosistem, jasa ekosistem, dan hubungannya dengan ekonomi.

Dampak berlaku

Standar statistik internasional; bukan instrumen hukum dan digunakan untuk akun ekosistem serta keputusan berbasis data.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Gubernur Kalimantan Utara Nomor 37 Tahun 2024 tentang Tata Cara Perdagangan Karbon pada Ekosistem Gambut dan Mangrove di Luar Kawasan Hutan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara · Pergub Kaltara No. 37 Tahun 2024

Pedoman daerah perdagangan karbon pada gambut dan mangrove di luar kawasan hutan.

Dampak berlaku

Contoh penerapan kebijakan karbon biru dan lahan basah pada tingkat daerah.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

ASEAN Taxonomy for Sustainable Finance Version 4

ASEAN Taxonomy Board · ASEAN Taxonomy Version 4

Taksonomi regional untuk klasifikasi aktivitas ekonomi berkelanjutan dan transisi di ASEAN.

Dampak berlaku

Pedoman regional; tidak disamakan dengan peraturan nasional dan digunakan sesuai adopsi yurisdiksi.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Green Climate Fund Revised Environmental and Social Policy

Green Climate Fund · GCF/B.33/12

Kerangka pengelolaan risiko dan dampak lingkungan serta sosial untuk kegiatan yang didanai GCF.

Dampak berlaku

Berlaku pada tata kelola dan kegiatan yang dibiayai GCF.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

Green Climate Fund Indigenous Peoples Policy

Green Climate Fund · GCF/B.19/05

Kebijakan GCF untuk menghormati hak, kepentingan, dan partisipasi masyarakat adat dalam kegiatan yang didanai.

Dampak berlaku

Berlaku pada tata kelola dan kegiatan yang dibiayai GCF.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

IFC Performance Standard 7: Indigenous Peoples

International Finance Corporation · IFC PS7

Standar kinerja mengenai dampak, konsultasi, pembagian manfaat, dan persetujuan masyarakat adat dalam kondisi tertentu.

Dampak berlaku

Berlaku pada pembiayaan IFC dan transaksi yang mengadopsinya; bukan undang-undang nasional.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

IFC Performance Standard 6: Biodiversity Conservation and Sustainable Management of Living Natural Resources

International Finance Corporation · IFC PS6

Standar kinerja mengenai konservasi keanekaragaman hayati dan pengelolaan sumber daya alam hayati.

Dampak berlaku

Berlaku pada pembiayaan IFC dan transaksi yang mengadopsinya; bukan undang-undang nasional.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

World Bank Environmental and Social Standard 10: Stakeholder Engagement and Information Disclosure

World Bank · ESS10

Safeguard mengenai identifikasi pemangku kepentingan, pelibatan bermakna, keterbukaan informasi, dan mekanisme pengaduan.

Dampak berlaku

Berlaku pada proyek pembiayaan Bank Dunia yang tunduk pada Environmental and Social Framework.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat CBerlaku

World Bank Environmental and Social Standard 7: Indigenous Peoples/Sub-Saharan African Historically Underserved Traditional Local Communities

World Bank · ESS7

Safeguard Bank Dunia mengenai masyarakat adat, keterlibatan, dampak, dan persetujuan bebas didahului informasi dalam kondisi tertentu.

Dampak berlaku

Berlaku pada proyek pembiayaan Bank Dunia yang tunduk pada Environmental and Social Framework.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

United Nations Guiding Principles on Business and Human Rights

Office of the UN High Commissioner for Human Rights · UNGPs

Prinsip panduan mengenai kewajiban negara, tanggung jawab perusahaan, dan pemulihan hak asasi manusia.

Dampak berlaku

Standar panduan internasional; bukan perjanjian dan tidak disamakan dengan undang-undang nasional.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

ILO Indigenous and Tribal Peoples Convention, 1989

International Labour Organization · ILO Convention No. 169

Konvensi mengenai hak masyarakat adat dan suku dalam negara merdeka.

Dampak berlaku

Indonesia belum meratifikasi Konvensi ILO 169; ditampilkan sebagai referensi internasional dan bukan hukum nasional yang mengikat Indonesia.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora

CITES Secretariat · CITES

Kerangka internasional pengendalian perdagangan spesies fauna dan flora terancam.

Dampak berlaku

Mengatur perdagangan internasional spesimen spesies yang tercantum dalam lampiran CITES.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Convention on Wetlands of International Importance

Convention on Wetlands Secretariat · Ramsar Convention

Kerangka internasional konservasi dan pemanfaatan bijak lahan basah.

Dampak berlaku

Mengikat negara pihak sesuai status ratifikasi masing-masing negara.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Transforming our world: the 2030 Agenda for Sustainable Development

United Nations General Assembly · A/RES/70/1

Agenda pembangunan berkelanjutan dengan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Dampak berlaku

Kerangka kebijakan global; tidak disamakan dengan undang-undang nasional.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

United Nations Framework Convention on Climate Change

United Nations · UNFCCC

Konvensi global yang membentuk kerangka kerja kerja sama internasional perubahan iklim.

Dampak berlaku

Mengikat negara pihak; penerapan nasional Indonesia terkait dengan UU Nomor 6 Tahun 1994.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Nagoya Protocol on Access and Benefit-sharing

Convention on Biological Diversity Secretariat · Nagoya Protocol

Protokol akses sumber daya genetik dan pembagian keuntungan yang adil dan seimbang.

Dampak berlaku

Mengikat negara pihak; penerapan nasional Indonesia terkait dengan UU Nomor 11 Tahun 2013.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Convention on Biological Diversity

Convention on Biological Diversity Secretariat · CBD

Konvensi global mengenai konservasi keanekaragaman hayati, pemanfaatan berkelanjutan, dan pembagian manfaat.

Dampak berlaku

Mengikat negara pihak; penerapan nasional Indonesia terkait dengan UU Nomor 5 Tahun 1994.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia Versi 3

Otoritas Jasa Keuangan · TKBI Versi 3

Klasifikasi aktivitas ekonomi berkelanjutan Indonesia yang diperbarui untuk mendukung interoperabilitas dan pembiayaan transisi.

Dampak berlaku

Pedoman klasifikasi; tidak disamakan dengan undang-undang tetapi relevan bagi keputusan pembiayaan.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan OJK Nomor 51 Tahun 2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan

Otoritas Jasa Keuangan · POJK No. 51/POJK.03/2017

Kewajiban penerapan keuangan berkelanjutan bagi lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik.

Dampak berlaku

Dasar peta jalan, rencana aksi, dan laporan keberlanjutan sektor jasa keuangan.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan OJK Nomor 18 Tahun 2023 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang dan Sukuk Berlandaskan Keberlanjutan

Otoritas Jasa Keuangan · POJK No. 18 Tahun 2023

Kerangka efek utang dan sukuk hijau, sosial, keberlanjutan, serta sukuk wakaf.

Dampak berlaku

Memperluas instrumen pembiayaan berkelanjutan dan menggantikan kerangka obligasi hijau terdahulu.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan OJK Nomor 14 Tahun 2023 tentang Perdagangan Karbon melalui Bursa Karbon

Otoritas Jasa Keuangan · POJK No. 14 Tahun 2023

Kerangka penyelenggaraan perdagangan karbon melalui bursa karbon.

Dampak berlaku

Mengatur perizinan, tata kelola, dan pengawasan perdagangan unit karbon melalui bursa.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 Tahun 2025 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon Sektor Kelautan

Kementerian Kelautan dan Perikanan · Permen KKP No. 1 Tahun 2025

Tata cara nilai ekonomi karbon pada sektor kelautan, termasuk ekosistem karbon biru.

Dampak berlaku

Menjadi pedoman sektor kelautan dan perikanan untuk penerapan nilai ekonomi karbon.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Usaha Jasa Lingkungan Karbon Kehutanan

Kementerian Kehutanan · Permenhut No. 6 Tahun 2026

Kerangka terkini usaha jasa lingkungan karbon kehutanan dan mekanisme offset karbon.

Dampak berlaku

Berlaku dan mencabut Permen LHK Nomor 7 Tahun 2023.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ADicabut

Peraturan Menteri LHK Nomor 7 Tahun 2023 tentang Tata Cara Perdagangan Karbon Sektor Kehutanan

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan · Permen LHK No. 7 Tahun 2023

Kerangka terdahulu perdagangan karbon sektor kehutanan.

Dampak berlaku

Sudah dicabut oleh Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026; dipertahankan sebagai rekam sejarah kebijakan.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Menteri LHK Nomor 12 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan · Permen LHK No. 12 Tahun 2024

Pedoman penyelenggaraan NDC, mitigasi, adaptasi, transparansi, dan pelaporan.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan operasional pencapaian NDC Indonesia.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Menteri LHK Nomor 21 Tahun 2022 tentang Tata Laksana Penerapan Nilai Ekonomi Karbon

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan · Permen LHK No. 21 Tahun 2022

Tata laksana penerapan nilai ekonomi karbon, pengukuran, pelaporan, verifikasi, dan registri.

Dampak berlaku

Pedoman operasional penerapan nilai ekonomi karbon di sektor terkait.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Menteri LHK Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Perhutanan Sosial

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan · Permen LHK No. 9 Tahun 2021

Pedoman pengelolaan perhutanan sosial dan pemberian akses legal kepada masyarakat.

Dampak berlaku

Menjadi pedoman operasional perhutanan sosial.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2017 tentang Instrumen Ekonomi Lingkungan Hidup

Pemerintah Republik Indonesia · PP No. 46 Tahun 2017

Kerangka perencanaan pembangunan dan kegiatan ekonomi, pendanaan, serta insentif dan disinsentif lingkungan.

Dampak berlaku

Dasar instrumen ekonomi lingkungan dan pendanaan perlindungan lingkungan.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kehutanan

Pemerintah Republik Indonesia · PP No. 23 Tahun 2021

Aturan pelaksana penyelenggaraan kehutanan, perencanaan, pemanfaatan, perlindungan, dan tata kelola kawasan.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan operasional utama penyelenggaraan kehutanan.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Pemerintah Republik Indonesia · PP No. 22 Tahun 2021

Aturan pelaksana mengenai persetujuan lingkungan, mutu lingkungan, limbah, pengawasan, dan sanksi administratif.

Dampak berlaku

Menjadi rujukan operasional utama penyelenggaraan PPLH.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ATelah diputus

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 3/PUU-VIII/2010

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia · 3/PUU-VIII/2010

Putusan pengujian ketentuan Hak Pengusahaan Perairan Pesisir dalam UU Nomor 27 Tahun 2007.

Dampak berlaku

Membatalkan kerangka HP3 yang dinilai bertentangan dengan UUD 1945 dan memperkuat perlindungan akses masyarakat pesisir.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 27 Tahun 2007

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 1 Tahun 2014

Perubahan tata kelola wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, termasuk mekanisme perizinan dan peran masyarakat.

Dampak berlaku

Mengubah UU Nomor 27 Tahun 2007 setelah koreksi konstitusional terhadap skema hak pengusahaan perairan pesisir.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku sebagian

Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 27 Tahun 2007

Kerangka pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Dampak berlaku

Wajib dibaca bersama UU Nomor 1 Tahun 2014 dan Putusan MK Nomor 3/PUU-VIII/2010.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2013 tentang Pengesahan Protokol Nagoya

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 11 Tahun 2013

Pengesahan Protokol Nagoya tentang akses sumber daya genetik dan pembagian keuntungan yang adil dan seimbang.

Dampak berlaku

Menjadi dasar hukum nasional keterikatan Indonesia pada Protokol Nagoya.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1994 tentang Pengesahan United Nations Framework Convention on Climate Change

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 6 Tahun 1994

Pengesahan Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim.

Dampak berlaku

Menjadi dasar hukum nasional keterikatan Indonesia pada UNFCCC.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1994 tentang Pengesahan Convention on Biological Diversity

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 5 Tahun 1994

Pengesahan Konvensi Keanekaragaman Hayati oleh Indonesia.

Dampak berlaku

Menjadi dasar hukum nasional keterikatan Indonesia pada Convention on Biological Diversity.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

United Nations Declaration on the Rights of Indigenous Peoples

United Nations General Assembly · UNDRIP

Kerangka standar minimum internasional bagi kelangsungan hidup, martabat, kesejahteraan, partisipasi, dan hak masyarakat adat.

Dampak berlaku

Deklarasi internasional; tidak ditampilkan sebagai undang-undang nasional, tetapi relevan sebagai acuan hak masyarakat adat dan partisipasi bermakna.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BBerlaku

Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework

Convention on Biological Diversity · CBD COP Decision 15/4

Kerangka global keanekaragaman hayati dengan empat sasaran 2050 dan 23 target tindakan untuk 2030.

Dampak berlaku

Menjadi kerangka kebijakan global; kekuatan dan penerapannya tidak disamakan dengan undang-undang nasional.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 32 Tahun 2024

Perubahan kerangka konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem, termasuk tanggung jawab pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Dampak berlaku

Berlaku sejak 7 Agustus 2024 dan mengubah UU Nomor 5 Tahun 1990.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku

Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional

Presiden Republik Indonesia · Perpres No. 110 Tahun 2025

Kerangka nasional terkini untuk alokasi karbon, NDC, instrumen nilai ekonomi karbon, transparansi, pemantauan, evaluasi, pembinaan, dan pendanaan.

Dampak berlaku

Berlaku dan menggantikan Perpres Nomor 98 Tahun 2021.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat BDalam pembahasan

Rancangan Undang-Undang tentang Masyarakat Adat

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia · RUU Masyarakat Adat

Rancangan undang-undang untuk pengakuan, perlindungan, dan pemenuhan hak masyarakat adat.

Dampak berlaku

Belum menjadi undang-undang dan belum mempunyai kekuatan mengikat seperti undang-undang. Status harus diperbarui mengikuti tahapan resmi DPR.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ATelah diputus

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35/PUU-X/2012

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia · 35/PUU-X/2012

Putusan pengujian UU Kehutanan yang menegaskan bahwa hutan adat berada dalam wilayah masyarakat hukum adat dan bukan hutan negara.

Dampak berlaku

Mengubah pemaknaan sejumlah ketentuan UU Nomor 41 Tahun 1999; hutan adat tidak lagi ditempatkan sebagai bagian dari hutan negara.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku sebagian

Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 41 Tahun 1999

Kerangka penyelenggaraan kehutanan, status hutan, pengelolaan, pemanfaatan, rehabilitasi, perlindungan, dan konservasi hutan.

Dampak berlaku

Tetap berlaku dengan perubahan dan wajib dibaca bersama putusan Mahkamah Konstitusi, termasuk Putusan 35/PUU-X/2012 mengenai hutan adat.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ATelah diputus

Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 119/PUU-XXIII/2025

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia · 119/PUU-XXIII/2025

Putusan mengenai perlindungan hukum bagi setiap orang yang berpartisipasi dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Dampak berlaku

Penjelasan Pasal 66 UU PPLH dimaknai mencakup korban, pelapor, saksi, ahli, dan aktivis lingkungan serta perlindungan dari tindakan pembalasan melalui jalur pidana, perdata, atau upaya hukum lain.

Buka sumber resmi ↗
Tingkat ABerlaku sebagian

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Pemerintah Republik Indonesia · UU No. 32 Tahun 2009

Kerangka utama perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, hak atas lingkungan yang baik dan sehat, peran masyarakat, pengawasan, serta penegakan hukum lingkungan.

Dampak berlaku

Tetap berlaku dengan perubahan, termasuk perubahan melalui UU Nomor 6 Tahun 2023 dan penafsiran konstitusional oleh Mahkamah Konstitusi.

Buka sumber resmi ↗